Kerusuhan meletus di Los Angeles menyusul operasi penggerebekan imigrasi oleh agen federal AS. Aksi protes yang telah berlangsung selama lima hari ini diwarnai kekerasan, termasuk pembakaran mobil dan penjarahan toko. Situasi ini mendorong Presiden Donald Trump untuk mengerahkan ribuan Garda Nasional dan ratusan Marinir AS guna meredam demonstrasi.
Langkah Trump ini menuai kecaman keras dari Gubernur California, Gavin Newsom, yang menyebut tindakan tersebut “gila” dan menuding Presiden AS berupaya menciptakan kekacauan.
Kerusuhan di Los Angeles: Aksi Protes dan Tanggapan Pemerintah
Unjuk rasa awalnya dipicu oleh penangkapan puluhan orang yang disebut sebagai imigran ilegal dan anggota geng kriminal. Aksi protes yang dimulai pada awal Juni ini kemudian berubah menjadi kerusuhan di kota terbesar kedua di AS tersebut.
Sebagai respons, Trump mengerahkan 2.000 tentara Garda Nasional pada Sabtu, 7 Juni. Pengerahan tambahan 2.000 tentara Garda Nasional dan 700 personel Marinir AS dilakukan pada hari-hari berikutnya.
Pengerahan Marinir AS, yang merupakan langkah yang tidak biasa, dimaksudkan untuk melindungi gedung-gedung federal dan agen federal. Totalnya, sekitar 4.700 personel militer kini dikerahkan di Los Angeles.
Kecaman Keras dari Gubernur California
Gubernur California, Gavin Newsom, mengecam keras keputusan Trump. Ia menyebut Presiden AS itu “gila” dan “presiden diktator” atas pengerahan pasukan militer tersebut.
Newsom menuduh Trump sengaja memprovokasi kekacauan dengan mengirimkan pasukan dalam jumlah besar ke Los Angeles. Ia juga mempertanyakan otoritas Trump dalam mengerahkan Garda Nasional California.
Kecaman Newsom bukan hanya berupa pernyataan verbal. Pemerintah California mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintahan Trump di Pengadilan Federal San Fransisco.
Gugatan Hukum dan Tanggapan Gedung Putih
Gugatan California beralasan bahwa pengerahan Garda Nasional oleh Trump merupakan tindakan inkonstitusional. Mereka meminta pengadilan untuk menghentikan pengerahan tersebut.
Tergugat dalam gugatan ini adalah Presiden Trump, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, dan Departemen Pertahanan AS. California berpendapat Trump tidak memiliki wewenang untuk mengerahkan Garda Nasional California tanpa persetujuan Gubernur.
Gedung Putih merespon gugatan tersebut dengan mengatakan Gubernur Newsom seharusnya memprioritaskan penuntutan para demonstran daripada menggugat pemerintah. Mereka menyatakan Newsom seharusnya berterima kasih kepada Trump karena telah memulihkan hukum dan ketertiban di Los Angeles.
Jaksa Agung California, Rob Bonta, menambahkan bahwa tindakan Trump melanggar Amandemen ke-10 dan hukum federal. Ia juga menyatakan bahwa Menteri Pertahanan Hegseth mengabaikan permintaan Newsom untuk membatalkan pengerahan pasukan tersebut.
Gugatan ini menandai gugatan hukum ke-24 California terhadap pemerintahan Trump dalam 19 minggu terakhir. Gubernur Newsom juga menyerukan pembatalan perintah Trump melalui postingan di media sosial, meminta agar kendali Garda Nasional dikembalikan ke Negara Bagian California.
Ketegangan antara pemerintah federal dan negara bagian California masih terus berlangsung di tengah penanganan kerusuhan di Los Angeles. Dampak jangka panjang dari pengerahan pasukan militer dalam jumlah besar dan gugatan hukum tersebut masih belum dapat diprediksi.
Insiden ini menyoroti perbedaan pendapat yang tajam mengenai penanganan protes dan peran Garda Nasional di dalam negeri. Peristiwa ini juga menimbulkan pertanyaan mengenai batasan wewenang presiden dalam situasi domestik dan pentingnya dialog antara pemerintah federal dan negara bagian.




